• ARTI SEBUAH PENTIL

    Narasumber: Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.a Hafidzhahullâh Ta’âlâ
    Sabtu, 25 Dzulhijjah 1438 H / 16 September 2017.
    Masjid Ar-Rahmat, Jl. Anggrek Cendrawasih, Slipi, Jakarta Barat.
    ========================

    Pesawat, mobil motor tidak bisa jalan jika tidak ada pentil.
    Pentilnya sebuah amalan adalah Ikhlas karena Allah Subhânahu Wa Ta’âlâ.
    Jangan menilai sesuatu dari harganya yang murah atau kecil, lihatlah sebuah pentil jika disuatu roda kendaraan tidak ada pentil tidak bisa jalanlah kendaraan itu.
    Jangan meremehkan kebaikan sekecil apapun

    Rasulullah Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam berkata pada Jabir bin Sulaim,
    وَلاَ تَحْقِرَنَّ شَيْئًا مِنَ الْمَعْرُوفِ وَأَنْ تُكَلِّمَ أَخَاكَ وَأَنْتَ مُنْبَسِطٌ إِلَيْهِ وَجْهُكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنَ الْمَعْرُوفِ
    “Janganlah meremehkan kebaikan sedikit pun walau hanya berbicara kepada saudaramu dengan wajah yang tersenyum kepadanya. Amalan tersebut adalah bagian dari kebajikan.” (HR. Abu Daud no. 4084 dan Tirmidzi no. 2722. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Al Hafizh Ibnu Hajar menyatakan bahwa hadits ini shahih).

    Kita masuk Syurga bukan karena Amalan-amalan kebajikan kita melainkan dengan Rahmat Allah Subhânahu Wa Ta’âlâ

    Dalam hadits disebutkan,

    أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَقُولُ « لَنْ يُدْخِلَ أَحَدًا عَمَلُهُ الْجَنَّةَ » . قَالُوا وَلاَ أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « لاَ ، وَلاَ أَنَا إِلاَّ أَنْ يَتَغَمَّدَنِى اللَّهُ بِفَضْلٍ وَرَحْمَةٍ
    Sesungguhnya Abu Hurairah berkata, ia mendengar Rasulullah Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Amal seseorang tidak akan memasukkan seseorang ke dalam surga.” “Engkau juga tidak wahai Rasulullah?”, tanya beberapa sahabat. Beliau menjawab, “Aku pun tidak. Itu semua hanyalah karena karunia dan rahmat Allah.” (HR. Bukhari no. 5673 dan Muslim no. 2816)

    Kita terus melakukan kewajiban-kewajiban kita dan meninggalkan semua larangannya tetapi kita tidak tahu amalan apa yang membuat kita masuk Syurga atas Rahmat-Nya.

    ✏ Boleh jadi menyingkirkan sesuatu yang mengganggu dari jalan yang menyebabkan kita masuk ke Syurga-Nya dan dijauhkan dari Api Neraka.

    ✏ Boleh jadi dengan sedekah kita yang 2 ribu yang menyebabkan kita masuk ke Syurga-Nya dan dijauhkan dari Api Neraka.

    ✏ Boleh jadi dengan dzikirnya kita dipojok rumah diwaktu malam yang menyebabkan kita masuk ke Syurga-Nya dan dijauhkan dari Api Neraka.

    ✏ Boleh jadi dengan sebutir kurma yang kita kasih kesaudara kita yang menyebabkan kita masuk ke Syurga-Nya dan dijauhkan dari Api Neraka.

    ✏ Boleh jadi senyuman kita dengan wajah ceria dihadapan saudara yang menyebabkan kita masuk ke Syurga-Nya dan dijauhkan dari Api Neraka.

    ✏ Ketika kita meminum air gelas dan bisa menusuknya sedangkan saudara kita tidak bisa dan kita pinjamkan sedotan itu untuknya boleh jadi itu yang menyebabkan kita masuk ke Syurga-Nya dan dijauhkan dari Api Neraka.

    Kadang kala kita yang sudah mengenal Sunnah mengucapkan salam hanya dengan yang sudah berjenggot, dengan yang berpakaian Syar’i/bercadar, tebarlah Salam kepada sesama karena Sunnah ini jarang diamalkan dikehidupan kita. Ingatlah mereka yang tidak berjenggot, yang belum memakai pakaian Syar’i/bercadar itu adalah Saudara kita walaupun dia seorang pendosa.

    Allah Subhânahu Wa Ta’âlâ berfirman dalam Surah Al-Hujurat Ayat 10:

    إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
    “Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat”.

    Dari ‘Abdullah bin ‘Umar Radhiyallâhu ‘Anhuma, Rasulullah Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

    المسْلِمُ مَنْ سَلِمَ المسْلِمُوْنَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ , و المهاجِرَ مَنْ هَجَرَ مَا نهَى اللهُ عَنْهُ
    “Yang disebut dengan muslim sejati adalah orang yang selamat orang muslim lainnya dari lisan dan tangannya. Dan orang yang berhijrah adalah orang yang berhijrah dari perkara yang dilarang oleh Allah .” (HR. Bukhari no. 10 dan Muslim no. 40 )

    Rasulullah Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

    عن أبي هريرة رضي الله عنه قَالَ: قِيْلَ لِلنَّبِيِّ صلى الله عليه و سلم يَا رَسُوْلَ اللهِ إِنَّ فُلاَنَةً تَقُوْمُ اللَّيْلَ وَ تَصُوْمُ النَّهَارَ وَ تَفْعَلُ وَ تَصَدَّقُ وَ تُؤْذِي جِيْرَانَهَا بِلِسَانِهَا ؟ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه و سلم: لاَ خَيْرَ فِيْهَا هِيَ مِنْ أَهْلِ النَّارِ قَالُوْا: وَ فُلاَنَةً تُصَلِّى اْلمَكْتُوْبَةَ وَ تَصَدَّقُ بِأَثْوَارٍ وَ لاَ تُؤْذِي أَحَدًا؟ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه و سلم: هِيَ مِنْ أَهْلِ اْلجَنَّةِ
    Dari Abu Hurairah radliyallahu anhu berkata, pernah ditanyakan kepada Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam, “Wahai Rosulullah, sesungguhnya si Fulanah suka sholat malam, shoum di siang hari, mengerjakan (berbagai kebaikan) dan bersedekah, hanyasaja ia suka mengganggu para tetangganya dengan lisannya?”. Bersabda Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam, “Tiada kebaikan padanya, dia termasuk penghuni neraka”. Mereka bertanya lagi, “Sesungguhnya si Fulanah (yang lain) mengerjakan (hanya) sholat wajib dan bersedekah dengan sepotong keju, namun tidak pernah mengganggu seorangpun?”. Bersabda Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam, “Dia termasuk penghuni surga”. [HR al-Bukhoriy di dalam al-Adab al-Mufrod: 119, Ahmad: II/ 440, al-Hakim: 7384 dan Ibnu Hibban. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: shahih, lihat Shahiih al-Adab al-Mufrad: 88 dan Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah: 190].

    1. kurma yang membuatnya masuk ke Syurga.

    وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: جَاءَتْنِى مِسْكِينَةٌ تَحْمِلُ ابْنَتَيْنِ لَهَا، فَأَطْعَمْتُهَا ثَلَاثَ تَمْرَاتٍ، فَأَعْطَتْ كُلَّ وَاحِدَةٍ مِنْهُمَا تَمْرَةً، وَرَفَعَتْ إِلَى فِيهَا تَمْرَةً لِتَأْكُلَهَا، فَاسْتَطْعَمَتْهَا ابْنَتَاهَا، فَشَقَّتِ التَّمْرَةَ الَّتِى كَانَتْ تُرِيدُ أَنْ تَأْكُلَهَا بَيْنَهُمَا، فَأَعْجَبَنِى شَأْنُهَا، فَذَكَرْتُ الَّذِي صَنَعَتْ لِرَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ قَدْ أَوْجَبَ لَهَا بِهَا الْجَنَّةَ، أَوْ أَعْتَقَهَا بِهَا مِنَ النَّارِ
    Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkisah, “Datang kepadaku seorang wanita miskin bersama kedua anak perempuannya. Kuberi dia tiga butir kurma, lalu diberikannya kepada kedua anaknya, masing-masing sebutir kurma. Sebutir kurma lagi diangkatnya ke mulutnya untuk dimakan, tetapi kedua anak tersebut memintanya. Dia pun membagi kurma yang hendak dia makan itu menjadi dua (lalu memberikannya kepada kedua anaknya). Kejadian itu membuatku takjub, lalu kuceritakan kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam. Bersabdalah beliau, ‘Sesungguhnya Allah telah menetapkan surga untuknya dengan sebab perbuatan baiknya itu, atau Allah membebaskannya dari api neraka dengan sebab perbuatannya’.” (HR. Muslim no. 2630)

    Nabi Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

    “اِتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ التَّمْرَةِ
    “Jagalah diri kalian dari api neraka walaupun dengan separuh butir kurma.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

    🔹🔹🔹Kesimpulan:

    👉 Hendaklah kita melaksanakan ibadah Ikhlas hanya untuk Allah Subhânahu Wa Ta’âlâ tidak dicampur dengan Riya’.

    👉 Hendaklah kita tidak meremehkan amalan yang sedikit, karena kita tidak tahu dari amalan mana kita mendapatkan Rahmat dan Ridho Allah Ta’âlâ.

    👉 Hendaklah kita jauhi keburukan dan dosa-dosa karena itu bisa menghancurkan amalan kebajikan kita.

    Allahu Wa Rasuluhu ‘Alam (Allah Subhânahu Wa Ta’âlâ dan Rasul-Nya Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam yang lebih mengetahui).

    ▫▫▫▫▫▫▫▫

    ✍ Dirangkum oleh محمد رضوان (Maa Haadzaa)
    📨 Diposting dan disebarkan kembali oleh Maa Haadzaa
    🕌 Silahkan bergabung untuk mendapatkan info seputar kajian dan atau ilmu sesuai sunnah

    Melalui:
    Website https://www.maahaadzaa.com
    Join Channel Telegram https://goo.gl/tF79wg
    Like Facebook Fans Page https://goo.gl/NSB792
    Subscribe YouTube https://goo.gl/mId5th
    Follow Instagram https://goo.gl/w33Dje
    Follow Twitter https://goo.gl/h3OTLd
    Add BBM PIN: D3696C01

    WhatsApp Group khusus Ikhwan https://chat.whatsapp.com/AyZbfhLI0ck97XwE6Gyf5s

    WhatsApp Group khusus Akhwat https://chat.whatsapp.com/643KBreRAot0YUp4Yo5hig

    Silahkan disebarluaskan tanpa merubah isinya. Semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita.
    Jazaakumullahu khairan.

Comments are closed.